Diduga Cemarkan Nama Baik Pendamping Desa, Kades Pasimarannu Sinjai Terancam Enam Tahun...

Diduga Cemarkan Nama Baik Pendamping Desa, Kades Pasimarannu Sinjai Terancam Enam Tahun Penjara

4710
BERBAGI
Forum Komunikasi Pendamping Desa Kabupaten Sinjai saat melapor di Polres Sinjai, Selasa 29 Agustus 2017. (infosinjai)

PANTAUDESA.COM, SINJAI—Diduga telah menghina dan mencemarkan nama baik Pendamping Desa, Kepala Desa (Kades) Pasimarannu Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, A. Fajar dilaporkan Forum Pendamping Desa Kabupaten Sinjai ke polisi, Selasa 29 Agustus 2017.

Forum Pendamping Desa Kabupaten Sinjai merasa keberatan dengan status A. Fajar dimedia sosial facebook yang menuding pendamping desa dan staf ahli pendamping desa bersekongkol menghambat pencairan dana desa Pasimarannu. Bahkan kalimat di status tersebut ditutup dengan kata ‘setan’.

Screenshout: Status akun facebook Andi Fajar disceenshout lalu dibagikan dimedia sosial Facebook.

Status yang ditulis dengan nama akun Facebook Andi Fajar diunggah pada tanggal 20 Agustus 2017 itu pun sontak menjadi perbincangan di facebook setidaknya dalam sepekan ini. Hal ini kemudian dilaporkan sebagai pencemaran nama baik pendamping desa.

“Padahal kami sebagai pendamping desa tidak punya wewenang memberi rekomendasi pencairan dana desa. Kami hanya membantu menyusun program yang tepat untuk diimplementasikan di desa,” kata Ervinda, salah seorang pendamping desa saat memberikan keterangan kepada penyidik di Unit III Reksrim Polres Sinjai, seperti dikutip sinjai info, Selasa 29 Agustus 2017.

Sementara itu Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) Kabupaten Sinjai, Fadli yang dikonfirmasi pantaudesa.com membenarkan perihal laporan tersebut.

“Iya, sudah dilaporkan ke polisi karena telah mencemarkan nama baik pendamping desa,” kata Fadli membenarkan.

Untuk diketahui, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) secara tegas telah melarang muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sesuai dengan pasal 27 ayat 3.

Dalam pasal tersebut tertera setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Dengan acaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

(AHWAL AHMAD)