Menteri Ketenagakerjaan Minta Perusahaan Berikan THR Tepat Waktu

Menteri Ketenagakerjaan Minta Perusahaan Berikan THR Tepat Waktu

132
BERBAGI
Ilustrasi

 

PANTAUDESA.COM, JAKARTA—Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh perusahaan untuk membayar tunjangan hari raya (THR) karyawan tepat waktu, sesui dengan Peraturan Menteri (Permen) Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Perusahaan.

Pemberian THR tepat waktu dijelaskan M. Hanif Dhakiri yakni pada H-7 atau tujuh hari sebelum Idul Fitri 2017. Hal tersebut disampaikannya usai pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat 2 Juni 2017 lalu.

“Sesuai dengan aturan, THR itu wajib diberikan tujuh hari sebelum Lebaran,” kata Hanif seperti dilansir kompas.com.

Bahkan kata dia, pihaknya akan membuka posko pengaduan khusus untuk masalah THR, baik di kementerian maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia, guna adanya keterlambatan pemberian THR.

“Nanti kita akan buka posko pengaduan, kalau di daerah akan difasilitasi dinas tenaga kerja setempat,” tegas Hanif.

Sementara itu, untuk besaran THR menurutnya disesuaikan dengan masa kerja karyawan. Bagi karyawan yang telah berkerja diatas 12 bulan maka THR yang diberikan setara dengan satu kali gaji.

“Kalau kurang dari 12 bulan maka proposional,” tambahya.

Untuk diketahui, THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang menjadi hak setiap karyawan yang wajib dibayarkan pengusaha. Dalam peraturan baru itu disebutkan bahwa pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan, saat ini sudah berhak mendapatkan THR.

EDITOR: AHWAL AHMAD
SUMBER: KOMPAS.COM