PENGELOLA TAMBANG AKUI TIDAK MEMILIKI IZIN OPERASI

PENGELOLA TAMBANG AKUI TIDAK MEMILIKI IZIN OPERASI

91
BERBAGI

PANTAUDESA.COM, TELLU SIATTINGE—Pegelola tambang pasir yang beroperasi di Desa Lea Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, mengakui belum mengantongi izin operasi pertambangan dari instansi terkait.

Namun para pengelola mengaku tetap beroperasi karena tuntutan kehidupan, apalagi menurut para pengelola tambang pasir yang ditemui pantaudesa.com, Sabtu 16 Februari 2016 permohonan izin masih dalam proses.

Seperti yang diakui salah seorang pengelola tambang pasir di Dusun Cekko Desa Lea, Nursia mengaku usaha tambang yang dikelolanya itu memang belum mengantongi izin operasi dari instansi terkait. Namun menurutnya, pihak Dinas Pertambangan Kabupaten Bone sudah pernah melakukan survey lokasi. Diakui Nursia, instansi terkait itu hanya menyampaikan tidak melarang dan tidak juga menyuruh untuk beroperasi, sehingga itu kata dia pihaknya memilih untuk tetap beroperasi.

“Sejauh ini, memang belum ada izin yang kami pegang begitu juga dengan pengelola tambang lainnya yang ada di daerah ini. Usulan sudah dilakukan, namun sampai saat ini belum ada yang terbit,” kata Nursia yang mengaku hanya sebagai pengelola, namun bukan pemilik tambang pasir.

Hal senada juga disampaikan pengelola Tambang pasir lainnya, H. Hasbi juga mengaku tidak memiliki izin operasi pertambangan. Walau demikian kata dia, usaha atas nama anaknya itu tetap dioperasikan agar bisa terus berpenghasilan. Apalagi menurutnya, tambang yang dikelolanya itu justru menjadi lapangan pekerjaan bagi para pemuda desa yang ingin bekerja.

“Kami memperkerjakan pemuda desa, daripada mereka menganggur tidak jelas. Lagian kapal penambang pasir kami beroperasi di sungai yang jauh dari perumahan pendududk,” kata H. Hasbi pula.

Dari investigasi yang dilakukan pantaudesa.com, sedikitnya ada tujuh tambang pasir yang beroperasi di daerah Desa Lea dan ketujuh-tujuhnya diduga tidak memiliki izin operasi sama seperti pengakuan dua orang pengelola tambang pasir yang berbeda, yakni Nursia dan H. Hasbi. Ironisnya meski tidak memiliki izin, para penambang pasir ini nekad beroperasi layaknya penambang yang memiliki izin.

EDITOR: AJNJUN’K MAPPASINRING
REPORTER: AKMAL