PMII Bone Kecam Penggunaan Anggaran Paskibraka Tidak Realistis, Penegak Hukum Diminta Tuntaskan.

PMII Bone Kecam Penggunaan Anggaran Paskibraka Tidak Realistis, Penegak Hukum Diminta Tuntaskan.

145
BERBAGI

Ketua PMII Cabang Bone, Sudri Malengkuang, S.Sos

PANTAUDESA.COM, BONE— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bone, kembali mengecam keganjalan penggunaan Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebanyak Rp.758 Juta Tahun 2019, yang diperuntukan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Bone dinilai tidak realistis, Pasalnya uang saku yang diterima paskibaraka hanya Rp.800 Ribu per orang.

Ketua Cabang PMII Bone, Sudri Malengkuang, S.Sos mengungkapkan akan mengawal sampai tuntas ketidak rasionalan penggunaan anggaran tersebut, dan telah merapatkan barisan.

“Kami PMII secabang Bone, terdiri dari Komisariat IAIN Bone, STIA Prima Bone, STKIP Muhammadiyah Bone, Al Gazali, Bone dan STIE Yapi Bone telah bersepakat, untuk mengusut tuntas keganjalan penggunaan anggaran dispora ini” Tegas Ketua PMII Cabang Bone itu, Senin 19/8/2019

Bukan hanya itu, hal ini juga menduga ada pungutan dalam kegiatan itu, karena tidak jelas rinciannya,

“Tim Paskibra Bone berjumlah 73 orang ditambah cadangan 10 orang terdiri dari siswa-siswi SMA/SMK dan masing masing diberi Rp. 800 Ribu per orang, jumlahnya itu Rp. 66.400 ribu dan masih ada Rp.691 Juta lebih, itu digunakan untuk pakaian olahraga, akomodasi, pakaian dinas upacara, apakah bisa bisa sampai segitunya? kan ini tidak realiatis”tambahnya lagi

Selain itu, ia juga menegaskan apabila tidak ditindaki, akan kembali kejalan, melakukan Aksi Unjukrasa, meneggakkan keadilan

“Kami sudah rapatkan, dalam waktu dekat ini kami akan turun kejalan untuk menuntut semua kebiadaban ini, selain itu Pihak Penegak Hukum Kejaksaan dan Kepolisian harus tegas, dan mengusut ini sampai ke akar akarnya” kuncinya.