Terdakwa Korupsi Bantuan Kemenpera, Kajari Bone: Tidak Ada Keringanan Hukuman!

Terdakwa Korupsi Bantuan Kemenpera, Kajari Bone: Tidak Ada Keringanan Hukuman!

104
BERBAGI
ilustrasi

PANTAUDESA.COM, WATAMPONE—Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, M Natsir Hamzah menuturkan tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Bantuan Swakelola Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Tahun 2013 yang bergulir di Pengadilan Tipikor Makassar telah memasuki tahap penuntutan.

Ketiga terdakwa yakni Nilawati, Sanatang dan Adi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) pidana penjara masing-masing 1,6 tahun dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin, 11 September lalu.

“Ketiganya dituntut pidana penjara 1,6 tahun, ditambah denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara, dan uang pengganti Rp200 juta,” kata M Natsir kepada pantaudesa.com, Jumat 15 September 2017.

Menurut Kajari Bone, ketiga terdakwa korupsi Proyek perumahan rakyat yang disalurkan melalui Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Bone yang menelan anggaran sebesar Rp2,3 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 itu tidak pernah menunjukkan niat baik untuk mengembalikan kerugian negara, sehingga kata dia tidak ada alasan untuk mendapatkan keringanan hukuman.

“Tidak pernah dikembalikan kerugian negara oleh terdakwa, jadi tidak ada hal meringankan buat mereka,” jelasnya.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa merupakan penyalur material dalam proyek perumahan rakyat, namun diduga kuat tidak menyalurkan sesuai dengan nilai material yang dinilai telah merugikan negara sebesar Rp800 juta. Melalui proyek ini, terdapat sedikitnya 359 orang penerima bantuan yang tersebar di 117 desa di Kabupaten Bone.

(ahwal ahmad)